Membaca Peluang Lulusan Bahasa dan Sastra Arab dalam Berbagai Profesi

Review Kurikulum BSA bersama ADI TV, Jogja Translation dan Madrasah Wakhid Hasyim
Membaca Peluang Lulusan Bahasa dan Sastra Arab dalam Berbagai Profesi
Prodi Bahasa dan Sastra Arab mengadakan review kurikulum pada tanggal 6 Desember 2021. Acara ini menghadirkan beberapa pembicara dari berbagai Lembaga/ perusahaan dan profesi. Dalam kesempatan ini, Bapak Wakhid Hidayat selaku sekretaris prodi BSA, dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk memberikan gambaran bagi mahasiswa terkait bidang profesi yang bisa digelutinya, juga dapat memberikan masukan bagi prodi terkait kemampuan yang harus dimiliki oleh mahasiswa supaya siap bekerja.
Acara review kurikulum ini dihadiri oleh perwakilan ADI TV, Jogja Translation dan Lembaga Pendidikan Wahid Hasyim. Mbak Citra, selaku perwakilan ADI TV menyampaikan bahwa setiap orang berhak untuk menyampaikan ilmu yang dimilikinya melalui audio visual, baik TV atau pun media sosial. Lebih lanjut, Wanita yang merupakan Pemilik Channel Magnetv Media Online menyampaikan bahwa pekerjaan sebagai konten creator merupakan pekerjaan yang bisa dilakukan oleh semua mahasiswa atau lulusan lintas prodi, tidak hanya komunikasi saja. Lebih lanjut, beliau menyatakan bahwa ADI TV sedang membuat acara pembacaan berita Arab dan sangat membutuhkan seorang yang mampu dalam kajian Bahasa dan Sastra Arab.
Pembicara kedua yang dalam acara ini disampaikan oleh Mas Taufik Hidayat dari Jogja Translation yang berada di bawah PT Duta Kreasi Semesta. Dalam kesempatan ini, beliau menyampaikan peranan penerjemah di era sekarang ini. Penerjemah tidak hanya terbatas dalam penerjemahan buku saja, melainkan berbagai dokumen yang diperlukan seseorang yang akan tinggal atau pergi ke luar negeri berupa Ijazah, KTP, Akta Kelahiran, Visa, Paspor dan lain sebagainya.
Pembicara terakhir adalah Wakil Kepala MTs Wakhid Hasyim yang juga merupakan alumni Bahasa dan Sastra Arab. Dalam penuturannya, Mas Irfan menjelaskan bahwa peluang menjadi pendidik sangat besar bagi alumni Bahasa dan Sastra Arab. Dengan demikian, mahasiswa harus menggunakan kesempatan belajarnya dengan baik dan bisa menguasai semua kemahiran Bahasa serta teori yang dipelajari di Prodi BSA. Lebih lanjut lagi, beliau menjelaskan bahwa menjadi pendidik itu bukan hanya persoalan ilmu pengetahuan saja, tetapi juga melibatkan ruh, esensi manusia itu sendiri. Sehingga pendidik yang memiliki akhlak mampu melahirkan generasi yang kuat pula akhlaknya.
Dari acara tersebut, tampak bahwa ada banyak hal yang harus menjadi bekal mahasiswa untuk bisa siap dalam menghadapi dunia pekerjaan. Di antaranya adalah kemampuan berbahasa Arab, keterampilan dalam mengembangkan hard dan soft skill, juga harus mampu menjadi mahasiswa yang kreatif karena peluang dalam bidang creative digital masih sangat luas.