Raih Prestasi Mahasiswa Terbanyak, Prodi Bahasa dan Sastra Arab Mendapat Penghargaan Anugerah Prestasi UIN Sunan Kalijaga

Prodi Bahasa dan Sastra Arab, diwakili oleh WD III Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, Dr. Sujadi, MA sedang menerima penghargaan
Raih Prestasi Mahasiswa Terbanyak, Prodi Bahasa dan Sastra Arab Mendapat Penghargaan Anugerah Prestasi UIN Sunan Kalijaga
Dalam rangka memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang melejitkan nama UIN Sunan Kalijaga di di tingkat nasional ataupun internasional, UIN Sunan Kalijaga mempersembahkan acara Anugerah Prestasi. Acara tersebut bersamaan dengan penyerahan Beasiswa KIP-K, Launching buku Profil Prestasi Mahasiswa & Buku Success Story IPPBMM 2021 yang berjudul “Menabur Benih Menuai Prestasi”. Acara ini diselenggarakan pada hari Senin, 20 Desember 2021 melalui Youtube UIN Sunan Kalijaga dan luring terbatas di Gedung Prof. R.H.A Soenarjo, S.H (Convention Hall).
Sejumlah anugerah prestasi diberikan oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Phil. Almakin, MA kepada mahasiswa baik perorangan taupun tim, juga bagi fakultas dan prodi dengan prestasi terbanyak. Dalam kesempatan ini, Prodi Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya dinobatkan sebagai Prodi dengan prestasi mahasiswa terbanyak. Di tahun 2021 ini, Prodi Bahasa dan Sastra Arab melalui mahasiswa-mahasiswanya berhasil memboyong 44 piala penghargaan dari berbagai kompetisi baik di tingkat nasional ataupun ASEAN, seperti debat bahasa Arab, khot Arab, penulisan esai, hafidz Qur’an, bahkan juara lain di luar akademik seperti juara taekwondo.
Berkenan dengan ini, Sekprodi BSA, Dr. Wakhid Hidayat, MA memberikan tanggapan bahwa “Pencapaian Ini menunjukkan bahwa kita seluruh civitas akademika dari dosen sampai mahasiswa memang berada dalam Prodi yang penuh dengan orang orang yang berprestasi. Hal ini patut kita syukuri, karena tanpa ada kebesaran dan kasih sayang Allah semuanya tidak akan tercapai. Pencapaian ini juga harus dijadikan momentum untuk selalu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas untuk terus mempertahankan prestasi ini dan menambahkan prestasi prestasi lainnya”.
Selain kesyukuran, hal lain yang juga harus dilakukan adalah sikap rendah hati (tawadhu). Dewasa ini, tampaknya aspek moral menjadi PR besar di ranah akademik, apalagi dengan sistem pembelajaran daring yang kurang mampu menanamkan dan memberikan percontohan nilai moral. Sikap rendah hati ini, perlu dilakukan agar seluruh civitas akademika merasa terus perlu untuk belajar dan meningkatkan kemampuannya, dan merasa bahwa semua yang sudah diraih adalah anugerah dari Allah serta tidak masuk ke dalam jurang kesombongan yang membuat seseorang berhenti untuk belajar dan merasa bahwa dirinya sudah di puncak Ilmu Pengetahuan. Karena sampai kapan pun, tidak akan ada seorang pun yang akan mampu menguasai seluruh ilmu pengetahuan.
Siaran ulang bisa disaksikan melalui link berikut: https://youtu.be/2bJ1xit_oS0