Bangun Roadmap dan Distingsi, Prodi BSA Perkuat International Undergraduate Program (IUP)

Bangun Roadmap dan Distingsi, Prodi BSA Perkuat International Undergraduate Program (IUP)

Yogyakarta — Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Adab dan Ilmu Budaya (FADIB) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Pengembangan Program Studi BSA melalui Penyusunan Roadmap dan Penguatan International Undergraduate Program (IUP) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Prodi BSA dalam memperkuat tata kelola kelas internasional sekaligus menyusun arah pengembangan IUP yang terencana, terukur, dan berkelanjutan. Workshop yang dilaksanakan pada 17 Juni 2026 ini memang dirancang untuk menghasilkan roadmap pengembangan IUP, memperkuat tata kelola akademik, serta membangun strategi internasionalisasi Program Studi Bahasa dan Sastra Arab.

Workshop diikuti oleh pimpinan fakultas, dosen, pengelola IUP, mahasiswa International Undergraduate Program (IUP), serta perwakilan mahasiswa dan alumni. Melalui kegiatan ini, peserta diajak menyusun strategi pengembangan IUP yang mampu menjawab tantangan internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan daya saing lulusan BSA di tingkat nasional maupun global.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, Prof. Dr. Nurdin, S.S., M.A. Dalam sambutannya, beliau memberikan motivasi kepada seluruh mahasiswa IUP agar memanfaatkan kesempatan yang dimiliki selama menjadi bagian dari kelas internasional.

Menurut beliau, keberadaan IUP merupakan peluang yang tidak dimiliki oleh semua mahasiswa. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memanfaatkan setiap kesempatan untuk meningkatkan kompetensi akademik, kemampuan bahasa, jejaring internasional, serta pengalaman belajar yang akan menjadi bekal menghadapi persaingan global.

Beliau juga menegaskan bahwa keberhasilan IUP tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, tetapi juga oleh kesungguhan mahasiswa dalam mengembangkan diri melalui berbagai program akademik maupun nonakademik yang disiapkan oleh program studi.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Dr. Habib, S.Ag., M.Ag., menekankan bahwa mahasiswa IUP harus memiliki distingsi yang membedakan mereka dari mahasiswa reguler.

Distingsi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui kemampuan berbahasa Arab dan Inggris, tetapi juga melalui budaya akademik, kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi internasional, kepemimpinan, serta kesiapan berkolaborasi dalam lingkungan global.

Beliau berharap roadmap yang disusun dalam workshop ini menjadi pijakan dalam membangun ekosistem pembelajaran IUP yang mampu melahirkan lulusan berdaya saing internasional.

Menurutnya, daya saing mahasiswa tidak dibangun secara instan menjelang kelulusan, melainkan melalui proses yang dirancang sejak semester pertama. Oleh karena itu, roadmap pengembangan IUP menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap mahasiswa memperoleh pengalaman akademik, penguatan bahasa, pengembangan soft skills, jejaring internasional, hingga persiapan mobilitas akademik secara bertahap dan berkelanjutan.

Sesi utama workshop menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Zamzam Affandi, Ph.D. dan Dr. Jarot Wahyudi, M.A., sebagaimana tercantum dalam susunan kegiatan workshop.

Dalam paparannya, Dr. Zamzam Affandi, Ph.D. menjelaskan konsep Distingsi dan Roadmap Kelas IUP BSA Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga. Beliau menegaskan bahwa Program IUP BSA hadir sebagai jembatan antara khazanah keilmuan Islam klasik dengan panggung akademik internasional untuk membentuk lulusan yang memiliki daya saing global.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa distingsi IUP BSA tidak hanya terletak pada penggunaan bahasa pengantar, tetapi dibangun melalui ekosistem pembelajaran internasional yang mencakup standar kompetensi bahasa, pengalaman belajar global, penguatan public speaking, kemitraan dengan perguruan tinggi luar negeri, international field study, serta kolaborasi riset lintas negara.

Selain itu, narasumber memaparkan roadmap strategis pengembangan mahasiswa IUP yang dibagi ke dalam dua tahap utama. Tahap pertama berfokus pada penguatan bahasa, adaptasi kurikulum internasional, dan keterlibatan mahasiswa dalam berbagai forum akademik. Tahap berikutnya diarahkan pada mobilitas internasional, penguatan riset dan skripsi berstandar global, serta persiapan karier melalui jejaring internasional.

Workshop berlangsung secara interaktif melalui diskusi antara dosen, mahasiswa, dan pengelola IUP mengenai berbagai kebutuhan pengembangan kelas internasional. Forum ini menghasilkan berbagai masukan terkait penguatan layanan akademik, program pembinaan mahasiswa, hingga strategi implementasi roadmap IUP dalam beberapa tahun mendatang.

Kegiatan ini sejalan dengan tujuan penyelenggaraan workshop, yaitu menyusun roadmap pengembangan IUP, mengidentifikasi kebutuhan akademik dan nonakademik mahasiswa, merumuskan strategi penguatan tata kelola, serta mendukung peningkatan reputasi internasional Program Studi Bahasa dan Sastra Arab.

Melalui workshop ini, Program Studi Bahasa dan Sastra Arab menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan International Undergraduate Program (IUP) sebagai program unggulan yang mampu melahirkan lulusan berkarakter, unggul dalam bidang bahasa dan sastra Arab, serta siap berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional. Sejalan dengan roadmap yang dipaparkan, IUP BSA diharapkan menjadi ruang bertemunya tradisi keilmuan Islam dengan inovasi pendidikan global sehingga mampu mencetak generasi sarjana yang adaptif, kompetitif, dan berdaya saing dunia. (Redaksi Prodi)