Mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Arab UIN Sunan Kalijaga Raih Juara III Debat Bahasa Arab PORSI JAWARA II

Mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Arab UIN Sunan Kalijaga Raih Juara III Debat Bahasa Arab PORSI JAWARA II

Yogyakarta (17/09/2026) — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam ajang Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah (PORSI) JAWARA II PTKIN Se-Jawa Madura II. Tim Debat Bahasa Arab UIN Sunan Kalijaga berhasil meraih Juara III sekaligus medali perunggu dalam kompetisi yang diselenggarakan di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, 10–13 September 2026.

Kompetisi Debat Bahasa Arab berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (10–11/09/2026), bertempat di Ruang Seminar Lantai 3 Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Kompetisi ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang beradu kemampuan dalam menyampaikan argumentasi, merespons gagasan lawan, serta memperkuat pendapat dengan data yang relevan.

Tim UIN Sunan Kalijaga yang berhasil meraih posisi ketiga terdiri atas Ahmad Zulfa dan Saffanah Nurshabrina dari Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA), serta Ahmad Fauzan dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA).

Perjalanan kompetisi berlangsung kompetitif hingga Jumat malam. Para peserta dituntut tidak hanya mampu menyampaikan pendapat secara fasih dalam bahasa Arab, tetapi juga membangun argumentasi secara sistematis, merespons pandangan tim lawan, serta mempertahankan pendapat dengan dukungan data dan alasan yang relevan.

Bagi tim UIN Sunan Kalijaga, kompetisi tersebut menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan bahasa Arab sekaligus mengasah keterampilan berpikir kritis dan argumentatif. Persiapan menghadapi kompetisi dilakukan melalui proses latihan dan pembinaan yang melibatkan Program Studi Bahasa dan Sastra Arab serta tim Al-Mothoyat, kelompok debat bahasa Arab UIN Sunan Kalijaga.

Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Dr. Habib, S.Ag., M.Ag., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian yang diraih mahasiswa.

“Saya sangat bangga dengan prestasi yang ditorehkan oleh mahasiswa kami. Kerja keras mereka dan sinergi dari pihak Prodi serta tim Al-Mothoyat (group debat bahasa Arab) dapat menorehkan prestasi yang memuaskan.”

Menurutnya, prestasi tersebut tidak hanya merupakan hasil dari kemampuan mahasiswa ketika berada di arena perlombaan, tetapi juga buah dari proses latihan, kerja keras, dan dukungan berbagai pihak yang mendampingi mahasiswa selama persiapan.

Capaian ini juga memperlihatkan bahwa pengembangan kemampuan bahasa Arab dapat dilakukan melalui berbagai ruang pembelajaran, termasuk kompetisi debat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dituntut untuk menguasai bahasa Arab secara aktif sekaligus mampu mengolah gagasan, menyusun argumentasi, membaca persoalan secara kritis, dan menyampaikannya secara terstruktur.

Berdasarkan hasil kompetisi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta meraih Juara I melalui tim Abdel A'la Gadelhaq, Mutiara Hikmah, dan Redy Muharram. Juara II diraih UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan anggota Nasruddin Rafa'i, Rizal Rafid Ariqoh, dan Siti Najahatul Imtihan. Sementara itu, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menempati Juara III melalui Ahmad Zulfa, Saffanah Nurshabrina, dan Ahmad Fauzan.

Prestasi Juara III dan medali perunggu dalam PORSI JAWARA II menjadi capaian penting bagi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, khususnya dalam pengembangan kompetensi bahasa Arab dan kemampuan debat. Bagi Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk terus mendukung mahasiswa dalam mengembangkan potensi akademik, kebahasaan, dan keterampilan komunikasi.

Kompetisi Debat Bahasa Arab PORSI JAWARA II pada akhirnya tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berbahasa Arab, berpikir kritis, menyusun argumentasi, menggunakan data, serta menyampaikan gagasan secara terstruktur dan meyakinkan.

Melalui sinergi antara mahasiswa, Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, serta tim Al-Mothoyat, diharapkan prestasi ini dapat menjadi pijakan bagi pengembangan tradisi debat bahasa Arab dan pembinaan mahasiswa secara berkelanjutan di lingkungan UIN Sunan Kalijaga.