Dongeng Guru di Negeri Para Guru

DONGENG GURU DI NEGERI PARA GURU

Oleh Drs. Mustari, M.Hum.

Di negeri selaksa guru aku SEJARAHKAN namamu:

Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, Syarif Hidayatullah.

Mereka adalah guru-guru para wali.

Di negeri selaksa guru aku HORMAT namamu:

Datok Ri Tiro, Datok Ri Bandang, Datok Pattimang

Mereka adalah guru-guru para Parewa, para Karaeng, para Opu, dan para Petta.

Di negeri selaksa guru aku SEBUT namamu:

Munsyi Abdullah, Pendeta Za’ba, Raja Ali Haji

Mereka adalah Guru-guru di Tamaddun Melayu.

Di negeri selaksa guru aku KENANG namamu:

Syekh Akhmad Khatib, Syekh Abdul Karim Amrullah, Syekh Ibrahim Musa Parabek

Mereka adalah Guru-guru para guru.

Di negeri selaksa guru aku CATAT namamu:

Ki Hajar Dewantoro, K.H. Ahmad Dahlan, K.H. Hasyim Asy’ari.

Mereka adalah guru-guru yang menginspirasi banyak guru.

Di negeri selaksa guru aku SEMAT namamu:

RA Kartini, Siti Walidah, Rasuna Said, Rahmah Yunusiyah

Merekalah Ibunda para guru.

Di negeri selaksa guru aku INGAT namamu:

Soedirman, Soekarno, Muhammad Hatta, Agussalim

Mereka adalah guru-guru yang melampaui rata-rata guru.

Di negeri selaksa guru aku WARTAKAN namamu:

Buya Hamka, Abdurrahman Wahid, AR. Baswedan

Di mereka anak negeri banyak menggugu

Di negeri selaksa guru aku CERITAKAN namamu:

Romo Mangun, AR Fachurddin, Hasyim Muzadi

Merekalah guru-guru tawaddu’ tempat para guru

meniru

Di negeri selaksa guru aku KATAKAN namamu:

Riziq Syihab, Rocky Gerung, Din Syamsuddin

Merekalah guru-guru yang dihujat dan dicintai sebagian guru

Di negeri selaksa guru aku PENA-EMAS-KAN namamu:

Ibu Ramlah, Ibu Umi, Ibu Lina, Ibu Hasnah, Ibu Roliyah

Pak Saidon, Pak Nurdin, Ibu Hasnah

Mereka bukan siapa-siapa, tetapi ada di pelosok-pelosok pertiwi memintarkan anak negeri

Entah berapa banyak guru yang kita butuhkan

Untuk mengajari

agar kita tidak berbalah sesama sendiri.

Dan, aku tetap ingin menjadi guru walau sebatas Umar Bakri.

Piyungan, 27 November 2020, 08:44

Kolom Terkait

Kolom Terpopuler