Bahasa Indonesia Diajarkan di Uzbekistan dan Korea Selatan

Bahasa Indonesia Diajarkan di Uzbekistan dan Korea Selatan

Dr. Ening Herniti, M.Hum.

Bahasa Indoesia adalah bahasa yang memiliki kestabilan tinggi dari segi politik karena bahasa Indonesa adalah bahasa yang menjadi bahasa nasional, bahasa negara, bahasa resmi, dan bahasa persatuan. Tidak mudah menemukan bahasa yang memiliki stabilitas tinggi seperti bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia sebagai rumpun bahasa Melayu masih berjuang untuk menjadi internasional karena faktanya bahasa Melayu adalah salah satu bahasa besar dunia yang penuturnya menyebar se-Asia Tenggara. Bahasa Melayu yang menjadi bahasa Indonesia ketika diikrarkan dalam Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 terus mengembangkan diri.

Bahasa Indonesia terus diajarkan dan dipelajari, baik di dalam negeri maupun di mancanegara. Beberapa negara yang tertarik dan berminat belajar bahasa Indonesia di antaranya adalah Uzbekistan dan Korea Selatan. Bahasa Indonesia menjadi salah satu mata kuliah yang diajarkan di beberapa perguruan tinggi di Uzbekistan dan di Korea Selatan. Sebagaimana dituturkan oleh Prayitno Tri Laksono, Pengajar BIPA di Uzbekistan, yang diakses melalui laman http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/berita/2623/bahasa-indonesia-menjadi-mata-kuliah-bahasa-pilihan-dua-universitas-besar-di-uzbekistan bahwa bahasa Indonesia menjadi mata kuliah bahasa pilihan di Uzbekistan. Terdapat dua universitas besar, yakni Uzbekistan State World Languages University (UzSWLU) dan Thaskent State University of Oriental Studies (TSUOS) yang memasukkan mata kuliah bahasa Indonesia ke dalam kurikulum pendidikan mereka.

Mata kuliah bahasa Indonesia menjadi mata kuliah pilihan sejak awal tahun 2000-an. Selain bahasa Indonesia, kedua kampus tersebut juga memasukkan bahasa-bahasa lain sebagai mata kuliah pilihan. Misalnya, bahasa Jepang, Korea, Iran, Turki, China, Malaysia, Prancis, Italia, Spanyol, Arab, Vietnam, Yunani, dan Jerman. Pembelajaran bahasa Indonesia di kedua universitas tersebut menggunakan pendekatan terjemah.

Mata kuliah bahasa Indonesia dipilih oleh mahasiswa di kedua universitas dengan motivasi yang beragam. Ada mahasiswa yang memilih jurusan bahasa Indonesia karena mereka ingin mendapatkan beasiswa ke Indonesia, ingin bekerja di KBRI Tashkent, ingin menjadi diplomat yang bekerja di Indonesia, dan ingin menjadi dosen bahasa Indonesia di Uzbekistan, selain itu bahasa Indonesia juga termasuk bahasa yang mudah dipelajari dan sangat menarik untuk ditekuni. Di samping itu, ketertarikan belajar bahasa Indonesia juga karena Indonesia memiliki keanekaragaman budaya, tradisi, dan kesenian.

Selain di Uzbekistan, bahasa Indonesia berkembang cukup pesat di Korea Selatan karena adanya kerja sama bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan yang terjalin dengan baik. Sebagaimana dilansir dari Acara “30 minutes” di Metrotv yang tayang pada Rabu, 24 Agustus 2016, alasan warga Korea Selatan berminat belajar bahasa Indonesia karena orang Korea Selatan ingin bekerja di Indonesia. Sebagaimana dituturkan oleh mahasiswa S2 Studi Indonesia di Hankuk University of Foreign Studies (HUFS) Korea, Kim Som, bahwa ia mengambil studi Indonesia karena kekagumannya kepada puisi Chairil Anwar yang berjudul “Aku”. Sementara itu, Choi Song Ah menuturkan minat belajar bahasa Indonesia karena kebanyakan orang Korea Selatan karena ingin bekerja di Indonesia. Hal itu juga disampaikan oleh mahasiswa S1 Studi Indonesia HUFS Korea Selatan, Shin Eui Sik. Guru Besar Studi Indonesia HUFS Korea Selatan, Prof. Koh Young Hun telah belajar bahasa Indonesia selama kurang lebih 30 tahun. Ketertarikannya pada bahasa Indonesia karena ia kagum kepada karya Pramoedya Ananta Toer. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk kuliah di studi Indonesia pada tahun 1977. Koh Young Hun sangat mencintai bahasa Indonesia dan ia berharap hubungan bilateral Indonesia dengan Korea Selatan akan terus membaik.

Beberapa perguruan tinggi negara-negara lain tertarik dan berminat belajar bahasa Indonesia, seyogyanya sebagai warga negara Indonesia yang mencintai bahasa Indonesia tentunya mulai berbenah diri untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jangan sampai asing dengan bahasanya sendiri.

Kolom Terkait

Kolom Terpopuler