Fenomena Lailatulqadar Era Mesir Kuno dan Era Risalah Muhammad saw.
Fenomena Lailatulqadar Era Mesir Kuno dan Era Risalah Muhammad saw.
(Sebuah Analisis Perbandingan)
Oleh: Jalaluddin Tapaul Jahidin*
Beranjak dari pernyataan yang dibuat oleh Wassim al-Sisi, seorang dokter dan ilmuwan Egyptology, terutama apa yang ia sebutkan sebagai peradaban Mesir Kuno yang berkaitan dengan puasa dan Lailatulqadar. Ia mengatakan bahwa orang Mesir Kuno mengenal puasa pada masa lalu karena mereka biasa berpuasa selama 30 hari dalam setahun, dan mereka juga mengenal Lailatulqadar dan biasa beribadah pada bulan tersebut.
Wasim al-Sisi mengatakan 160.000 kata Mesir yang berasal dari bahasa Mesir Kuno, termasuk kata "Wu", yang berarti bahwa Tuhan adalah salah satu dari mereka. Jadi, semakin jelas bahwa yang mengatakan Fir'aun tidak memiliki agama adalah mereka tidak membaca dan tidak tahu apa-apa tentang sejarah Mesir Kuno.
Ia menunjukkan bahwa Lailatulqadar, menurut orang Mesir Kuno disebut "Yeshlam," yang berarti "takdir". Dalam pandangan Islam, malam Lailatulqadar menjadi malam yang ditunggu-tunggu umat Islam ketika memasuki bulan Ramadan, terutama pada malam ganjil di sepuluh hari atau sepertiga akhir Ramadan.
Lailatulqadar sebagaimana dijelaskan di dalam Alquran terdapat pada surah al-Qadar atau surat ke-97. Ia terdiri atas lima ayat.
إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡر(ِ ١) وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡر(ِ٢) لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡر(ٖ٣) تَنَزَّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذۡنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمۡر(ٖ٤) سَلَٰمٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ(٥(
Artinya : Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Alquran) pada malam kemuliaan. (1) Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?.(2) Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.(3) Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. (4) Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar (5)
Namun pertanyaan yang sering muncul selanjutnya adalah mengapa Lailatulqadar turun pada malam hari? Mengapa bukan siang hari pada saat manusia masih siap dan berjaga?
Allah Swt. menunjukkan beberapa keistimewaan malam dibandingkan siang hari dalam firmannya QS: al Muzammil ayat 6:
إِنَّ نَاشِئَةَ ٱلَّيۡلِ هِيَ أَشَدُّ وَطۡٔٗا وَأَقۡوَمُ قِيلًا
"Sesungguhnya bangun pada waktu malam adalah lebih tepat ( untuk khusuk) dan bacaan pada waktu itu lebih berkesan."
Ayat di atas menjelaskan bahwa malam menjadikan hati dan pikiran kian jernih, hening, ucapan lebih tepat dan benar. Malam hari diberikan keistimewaan oleh Allah Swt. Malam hari juga yang digunakan oleh Nabi Muhammad saw. untuk melakukan kontemplasi atau tahannust di Gua Hira sampai mendapatkan wahyu pertama kali.
Selain itu, keistimewaan malam juga ditunjukkan dalam banyak hadis. Salah satu hadis menjelaskan, bagaimana Allah Swt. mengampuni hamba-Nya pada malam hari, Allah menurunkan rahmat-Nya, magfirah-Nya ke bumi ketika malam hari.
Beranjak dari dua pokok fenomena Lailatulqadar pada era Mesir Kuno dan peradaban Islam, maka ada suatu kesamaan yaitu diisi puasa satu bulan penuh dan ada malam yang istimewa padanya. Apakah ini peristiwa kebetulan? Tentu tidak, karena ini jauh sudah ada sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw. sebagai Nabi dan Rasul penutup.
*Penulis adalah Direktur Jalfad Arabic Interpreter dan Alumnus Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta