Rahasia di Balik Salat Tepat Waktu

Rahasia di Balik Salat Tepat Waktu

Oleh Dr.H.Mohammad Pribadi,M.A. M.Si.*

Salah satu aspek penting dari puasa Ramadan adalah belajar disiplin. Pembelajaran disiplin Ramadan ini dapat diterapkan khususnya dalam salat lima waktu. Dalam menerapkan kedisiplinan salat liwa waktu ini sebagian orang menerimanya dengan sikap iman yang penuh. Sebagian lain menerima ketaatannya dibarengi dengan pertanyaan mengapa harus disiplin, apa manfaat salat lima waktu yang harus dilaksanakan secara disiplin. Pertanyaan semacam ini menurut saya wajar saja karena dilatarbelakangi oleh keinginan, agar ibadah, ketaatan, dan kedisiplinan membawa manfaat yang sebesar-besarnya. Artinya, jika perlu faedah disiplin salat ini tidak dibatasi oleh pahala saja, tetapi juga merambah kehidupan nyata bagi kesehatan tubuh kita.

Salah satu anjuran syariat Islam adalah melaksanakan salat tepat waktu dengan melaksanakannya pada awal waktu. Rustam Hadi menukil pendapat para ahli bahwa ternyata salat pada awal waktu memiliki manfaat yang sangat luar biasa. Menurut para ahli, setiap perpindahan waktu salat bersamaan dengan terjadinya perubahan tenaga alam dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Selanjutnya warna alam tersebut dapat berpengaruh pada kesehatan, psikologis, dan lainnya bagi manusia.

Tulisan ini disadur dari tulisan Rustam Hadi yang berjudul “Mengapa Shalat Sebaiknya Dilakukan di Awal Waktu “dengan perubahan dan penambahan redaksi seperlunya. Berikut ini merupakan deskripsi perubahan waktu salat lima waktu dikaitkan antara saalat pada awal waktu dengan kondisi alam.

Pada waktu subuh, alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Dalam ilmu fisiologi, tiroid mempunyai pengaruh terhadap sistem metabolisma tubuh manusia. Warna biru muda juga mempunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rejeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih tertidur nyenyak pada waktu subuh dapat menghadapi masalah rezeki dan komunikasi. Mengapa demikian? Hal ini terjadi karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika roh dan jasad masih tertidur. Pada saat azan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkatan optimal. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu rukuk dan sujud.

Pada waktu zuhur, alam berubah menguning dan ini berpengaruh kepada perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga punya pengaruh terhadap hati. Warna kuning ini mempunyai rahasia berkaitan dengan keceriaan seseorang. Mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan salat zuhur berulang kali dapat menghadapi masalah dalam sistem pencernaan serta berkurang keceriaannya.

Ketika memasuki waktu ashar, alam berubah lagi warnanya menjadi oranye. Hal ini berpengaruh cukup signifikan terhadap organ tubuh yaitu prostat, rahim, ovarium/indung telur dan testis yang merupakan sistem reproduksi secara keseluruhan. Warna oranye di alam juga mempengaruhi kreativitas seseorang. Orang yang sering ketinggalan waktu asar dapat menurun daya kreativitasnya. Di samping itu, organ-organ reproduksi ini juga akan kehilangan tenaga positif dari warna alam tersebut.

Ketika waktu asar usai dan memasuki waktu magrib, warna alam kembali berubah menjadi merah. Sering pada waktu ini kita mendengar banyak nasehat orang tua agar tidak berada di luar rumah. Nasihat tersebut ada benarnya karena pada saat magrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis. Pada waktu ini jin dan iblis amat bertenaga karena mereka ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan sebaiknya berhenti sejenak dan mengerjakan salat magrib terlebih dahulu. Hal ini lebih baik dan lebih selamat karena pada waktu ini banyak gangguan atau terjadi tumpang-tindih dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan bisa menimbulkan fatamorgana yang bisa mengganggu penglihatan kita.

Pada waktu isya ini, warna alam berubah menjadi nila dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu isya mempunyai rahasia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang sering ketinggalan isya bisa sering merasa gelisah. Untuk itulah ketika alam mulai diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan tubuh ini. Dengan tidur pada waktu isya itu, keadaan jiwa kita berada pada gelombang Delta dengan frekuensi dibawah 4 Hertz dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu rehat. Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna-warna putih, merah jambu dan ungu.

Perubahan warna ini selaras dengan kelenjar pineal (sebuah kelenjar endokrin pada otak) kelenjar pituitary, thalamus (struktur simetris garis tengah dalam otak yang fungsinya mencakup sensasi menyampaikan, rasa khusus dan sinyal motor ke korteks serebral, bersama dengan pengaturan kesadaran, tidur dan kewaspadaan) dan hypothalamus (bagian otak yang terdiri dari sejumlah nucleus dengan berbagai fungsi yang sangat peka terhadap steroid, gluko kortikoid, glukosa dan suhu).

Maka sebaiknya kita bangun lagi pada waktu ini untuk mengerjakan salat malam (tahajud). Umat Islam sepatutnya bersyukur karena telah dikaruniakan sariat salat oleh Allah Swt. sehingga jika dilaksanakan sesuai aturan maka secara tak sadar kita telah menyerap tenaga alam ini. Inilah salah satu hakikat mengapa Allah Swt. mewajibkan salat kepada kita. Insyaallah, salat pada awal waktu dapat membuat badan semakin sehat. Wallahu a’lam bishawab.

*Dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Kolom Terkait

Kolom Terpopuler