Menangkap Peluang Bahasa Arab

Menangkap Peluang Bahasa Arab

Oleh Dr. Tatik Mariyatut Tasnimah, M.Ag.

Peluang, sebuah kata yang tersirat di dalamnya semangat, gairah, optimisme, antusiasme, dan motivasi. Hanya orang yang memiliki kecerdasan tertentu yang mampu membaca sebuah peluang lalu menangkapnya. Bukan kecerdasan intelektual saja sebenarnya yang diperlukan, tapi lebih pada kecerdasan sosial. Peluang apakah itu? Peluang bergabung dengan Prodi Bahasa dan Sastra Arab UIN Sunan Kalijaga yang sudah mengabdi pada umat dan negara selama enam dekade. Ya, peluang itu adalah peluang untuk mengkaji dan mendalami Bahasa Arab dan semua komponen yang mengiringinya di Prodi yang mampu mempertahankan status akreditasi A-nya selama beberapa periode hingga sekarang ini.

Peluang untuk belajar bahasa Arab pada saat ini, nantinya akan berbuah peluang besar untuk berkiprah di berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Pintu peluang itu masih dan bahkan makin terbuka lebar, karena peminat bahasa Arab semakin besar. Bahasa Arab sekarang ini tidak lagi hanya dipelajari karena motivasi agama, dan tidak hanya diminati oleh orang-orang yang memiliki kedekatan emosional dengan Alqur'an saja. Lebih dari itu, justru banyak orang non-muslim tertarik untuk mempelajari bahasa ضاد ini, di saat orang-orang Arab sendiri justru meninggalkannya, dan lebih bangga menggunakan bahasa asing sebagai alat komunikasi dalam pergaulan dunia.

Betapa banyak lembaga pendidikan di berbagai negara yang mayoritas penduduknya bukan muslim mulai gencar mengajarkan bahasa Arab. Perguruan tingginya pun membuka program studi bahasa Arab. Hal itu terjadi terutama pasca peristiwa 11 September 2001, yaitu serangan teroris terhadap gedung World Trade Center (WTC) yang menewaskan ribuan orang di New York dan Gedung Pentagon di Washington DC.

Di antara negara yang menaruh perhatian besar pada bahasa Arab adalah Korea Selatan dan Jepang. Pemerintah Korea Selatan telah menetapkan bahasa Arab sebagai bahasa kedua setelah bahasa nasionalnya. Sedangkan di Jepang, tidak kurang dari 47 lembaga pendidikan mengajarkan bahasa Arab bagi penduduknya. Ini tentunya di luar negara-negara Eropa yang sejak era Andalusia sudah bersentuhan dengan bahasa Arab dan peradaban Islam.

Berkembangnya bahasa Arab ini juga tidak terlepas dari andil PBB yang telah menetapkannya sebagai salah satu dari enam bahasa resminya, yaitu bahasa Inggris, Perancis, Spanyol, Cina, dan Rusia. Di samping itu, PBB juga telah menjadikan tanggal 18 Desember sebagai hari bahasa Arab Internasional (World Arabic Language Day, al-Yaum al-‘Alamiy lil Lugah al-‘Arabiyyah). Maka peluang menggeluti Bahasa Arab beserta bidang-bidang yang melingkupinya harus ditekuni dan jangan disia-sia kan supaya tidak menyesal di kemudian hari, seperti kata mutiara Arab:

اِجْهَدْ وَلَا تَكْسَلْ وَلَا تَكُ غَافِلًا

فَنَدَامَة العُقْبَى لِمَنْ يَتَكَاسَل

***

Kolom Terkait

Kolom Terpopuler