Meneropong Geliat Ramadan di Australia
Meneropong Geliat Ramadan di Australia
Oleh Bambang Hariyanto, S.S., M.A*
Sebagian orang yang tinggal di wilayah dengan jumlah muslim minoritas memang terasa berbeda dalam menjalani ibadah puasa Ramadan terutama saat masih dalam situasi pandemi seperti saat ini. Ramadan (1442 H) tahun ini, muslim Australia menetapkan awal puasa Ramadan jatuh pada hari Selasa, 13 April 2021 (sebagaimana di rilis dalam laman Australian National Imams Council, www.anic.org.au). Ini merupakan kali ketiganya saya menjalani Ibadah Puasa jauh dari Tanah Air serta keluarga. Meski sudah kesekian kalinya, ada hal yang masih terasa berbeda serta nuansa kebatinan yang masih asing bagi saya.
Di Indonesia, bila Ramadan tiba, akan banyak disemarakkan dengan berbagai kegiatan yang khas, seperti suara panggilan menjelang sahur, kegiatan anak yang melakukan ronda, bunyi lantunan ayat suci Alquran, serta masih banyak suasana lainnya tak terkecuali adanya suguhan jualan beraneka macam jajanan pasar maupun menu sajian makan untuk berbuka dan sahur.
Guna mengobati rasa rindu akan suasana Ramadan ala Indonesia tersebut, maka bagi para WNI dan warga Muslim lainnya, tidak terkecuali seperti saya, dengan datang ke Festival Ramadhan yang terdapat di Lakemba, Sydney ini akan menjadi pilihan terbaik mengobati rasa rindu tersebut. Di sini, kita akan dibawa dalam suasana Ramadan yang berbeda (mungkin sebagian orang menyebut ala Timur Tengah), bagi saya ini serasa di Tanah Air. Di sepanjang jalan (Haldon Street, Lakemba) akan banyak dijumpai stan-stan penjual menu makanan untuk berbuka maupun sahur (ala Timur Tengah maupun Asia, camel burger adalah yang paling populer). Oleh karena itu, dengan berkunjung ke Pasar Ramadan (Festival Ramadhan) akan dapat mengobati suasana rindu Ramadan di Tanah Air.
Festival Ramadhan di Lakemba ini merupakan event tahunan yang menyedot ribuan pengunjung baik, muslim maupun nonmuslim. Oleh karena itu, dari aspek ekonomi cukup meningkatkan roda perekonomian masyarakat sekitar. Festival sajian makanan yang terdapat di sepanjang Haldon Street, Lakemba ini merupakan festival terbesar dan teramai bagi kalangan muslim di Australia. Sayangnya, ini merupakan kali kedua event Festival Ramadhan tersebut ditiadakan oleh pemerintah setempat karena dampak covid-19. Sebagimana dilansir dalam laman pemerintah setempat, (https://www.cbcity.nsw.gov.au/events/ramadan-nights-lakemba).
Perlu diketahui, Pemerintah Australia dalam penanganan wabah covid-19 ini relatif cukup baik. Sebagai contoh, pemerintah menggelontorkan berbagai bantuan kepada masyarkat, baik penduduk yang secara resmi memegang kewarganegaraan Australia maupun non-Australia, seperti pelajar, mahasiswa asing, dan perkerja.
Berbicara populasi muslim di Australia, Lakemba merupakan jantung kehidupan muslim dan merupakan wilayah dengan populasi muslim paling besar. Di wilayah ini terdapat beberapa masjid (ada Masjid Iqra dikelola oleh komunitas WNI, Masjid As-sunnah wakaf dari pemerintah Arab Saudi) dan yang paling besar adalah Masjid Lakemba atau Masjid Ali bin Abi Thalib.
Meskipun kegiatan Festival Ramadhan tahun ini ditiadakan untuk kali kedua, salat Tarawih berjemaah bagi komunitas muslim sudah diperbolehkan oleh pemerintah setempat tanpa harus ada pembatasan (social distancing) maupun mengenakan masker lagi.
Semoga pandemi covid-19 segera berakhir dan kita semua bisa mendapati suasana Ramadan berikutnya dalam suasana yang lebih baik dan bermakna. Amin.
* Dosen Prodi Sastra Inggris, Mahasiswa Doktoral di Western Sydney University, Australia